Pensil Warna

Raihlah ambisimu setinggi langit!

img
Home / Gaya Hidup / Asupan Atau Makanan Untuk Nutrisi Otak

Asupan Atau Makanan Untuk Nutrisi Otak

/
/
/
103 Views

Sebelum menceritakan tentang FOOD FOR BRAIN gue seh di sini cuma memberikan sedikit cerita aja yang gw tanggep bahwa makanan itu punya fungsinya masing-masing.

Jangan sampe kita salah pilih makanan karna sudah lelah beraktivitas. Contoh beraktivitas juga banyak:
1. beraktifitas/bekerja dengan otak.
2. beraktifitas/bekerja dengan otot.

Nah dari masing-masing aktivitas tersebut juga memiliki asupannya masing-masing.
Berikut Penjelasannya.

FOOD FOR BRAIN.

Waktu Nesa masih TK, gurunya, seorang perempuan Australia, menyarankanku :

“Jangan memberi roti dan selai coklat sebagai sarapan. Anak kecil tidak butuh asupan gula.* Melainkan protein. Karena otak butuh diberi makan. And, protein is food for brain.”

Protein is food for brain…!

Dhuarr.. kalimat itu membuatku langsung merasa eureka..!
Pantesaaaaan… di jaman kuliah dulu, kalau masa ujian, bobot badan selalu nambah. Soalnya aku kelaperan melulu, dan kalau sudah lapar, makannya indomie atau nasi goreng..!!! 😅😅😅

Otakku ‘kelaparan’ karena disuruh mikir berat, tapi nutrisi yang kumasukkan ke badan bukannya protein, malah karbohidrat…! Sementara, karbohidrat itu buat tenaga. Macam mau genjot becak dan manggul beras di pasar aja, aku makannya. Dua piring sekali sikat…! 😅😅😅

Joko Sembung bawa golok. Udah makin gendut, eh masih juga goblok.
Asal kenyang ternyata bukan solusi. Sebentar kemudian akan lapar lagi, karena nggak ‘ngangkat’ boook…. 🤦🏽‍♀️

Setelah dapat saran dari bu guru itu, aku bikin eksperimen ke badanku sendiri. Aku makan banyak protein (waktu itu percobaannya makan telur, 3 butir dan salmon) lalu membaca, menyusun materi mengajar dan presentasi. Eh bener. Nggak kelaperan. Jadi aku nggak kebanyakan makan. Cuma makan itu saja, sudah cukup.
Entah ini sugesti atau tidak. Tapi begitulah pengalamanku.

Sejarah Asal-Usul Tentang Kopi

Sejak itu, aku selalu ngasih anakku sarapan yang ‘food for brain’ banget : omellete pakai keju, salmon, sop ayam isi telur puyuh, ayam goreng, soto ayam, tempe & tahu… secara bergantian. Sesekali beef patty alias daging ala hamburger. Tidak susu. Anakku nggak suka susu. (Jangan salah ya, anakku tetap makan nasi hahahaha….! Bukan makan lauk doang. Paragraf ini, membahas lauk yang kuberikan bersama nasi. Jadi anakku nggak kuberi nasi yang dikasih lauk mie goreng, perkedel kentang, dan bakwan jagung 😅😅😅. Itu karbo semua).

Nah hari ini, dia belajar untuk ujian fisika besok. Kulihat dia sudah bolak-balik buka kulkas, nyomotin pizza. O’oooo… 😱

“Itu karbo, Dul…! Nggak cocok buat cemilan
sambil belajar.” ujarku.

“Abisnya aku laper ma..!”

Hadeh, aku buka kulkas. Kusodorin dia keju buat ganjel dulu sementara aku ngeluarin udang jumbo. Defrost dulu di microwave, lalu goreng.

Baru kelar goreng 5-6 ekor, ilang ke perutnya.
Baru kelar lagi, eh pindah lagi ke perutnya.
Sekilo udang kelar dalam sekejap.
Abis itu dia belajar dengan anteng.
Aku goreng lagi sisanya.

Buat makan nanti malam.

——

 

Catatan :
Aku barusan nemu link, dari Psychology Today, yang memberikan rumus asupan protein minimal, sesuai berat badan.

Kalikan berat badanmu dengan 0,8.

Contoh :
Berat badan 65kg.
65 x 0,8 = 52 gram protein per hari.
Ini minimal…!

Perhatikan, itu adalah berat protein ya.
Bukan berat makanannya….!

Di foto, aku ngasih daftar makanan :
Salmon seberat 4 ounce (113 gram), itu mengandung 30 gram protein..!
Ayam seberat 4 ounce (113 gram), mengandung 34 protein.

Selamat menata ulang kebiasaan makan dan memperhatikan asupan gizi…. 🙂

*beliau juga mengatakan bahwa tubuh anak di bawah usia 6 tahun, belum mampu mencerna gula. Akibatnya, anak anak menjadi lasak, sulit diminta duduk tenang boro-boro bisa konsentrasi, dan malah ogah makan makanan lain yang bergizi (karena tubuh sudah merasa kenyang oleh ‘sensasi’ gula)

Catatan:
Apabila kita banyak bekerja memakai otak berikanlah asupan protein karna otak membutuhkan asupan setelah lelah bekerja and sebaliknya apabila kita bekerja memakai otot berikanlah asupan karbohidrat karna badan kita membutuhkan karbohidrat setelah lelah bekerja mengangkat beban berat.

https://www.psychologytoday.com/…/the-power-protein-optimiz…

#Self_reminder
#Food
#Brain

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar